RSS

Telematika Present and Future


Anggota Kelompok (4KA01) :
Malida Hartanti Septiani (11107038)

Mastiur Herawati N (11107935)

Merry Susastri (11107085)

====================================================

Berasal dari bahasa Perancis : “Telematique” (dipopulerkan pertama kali pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L'informatisation de la Societe), yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi merujuk pada sarana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna.





Fungsi Telematika :
1. Penyampai Informasi
Telematika sebagai penyampai informasi agar orang-orang dapat memperoleh pengetahuan yang lebih banyak dan menambah wawasan.

2. Sarana Kontak Sosial Hidup Bermasyarakat
Telematika sebagai sarana interaksi sosial yang menghilangkan jarak antarmanusia untuk berkomunikasi sehingga melahirkan keakraban dan kerjasama.

Ragam Bentuk Telematika

E-government
E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses(dibaca) oleh komputer dari mana saja. E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antarsesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan internasional.

E-commerce
Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, sampai membuat claim.

E-learning
Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (distance learning) dengan media internet berbasis web atau situs.

Perkembangan Telematika di Indonesia Hingga Saat Ini
1. Periode Rintisan
Sejarah telematika bermula pada tahun 1978 oleh warga Perancis, pada tahun inilah dimulainya jaman informasi. Namun dengan perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia belum mampu mengiringi perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980-an pun belum terdapat perubahan yang signifikan di Indonesia, namun pembelajaran mengenai penggunaan teknologi informasi, telekomunikasi, dan multimedia sudah mulai dilakukan. Jaringan telepon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, serta komputer sudah mulai dikenal, walaupun penggunaannya masih terbatas.

2. Periode Pengenalan
Pada tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan dikenal. Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. ISP (Internet Service Provider) pertama yang beroperasi di Indonesia adalah IPTEKnet, dan ISP komersil pertama yaitu INDOnet. Teknologi telematika, seperti komputer, internet, pager, telepon seluler, teleconference, siaran radio dan televisi internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998. Kebutuhan informasi yang cepat dan gegap gempita dalam menyongsong tahun 2000, abad 21, menarik banyak masyarakat Indonesia untuk tidak mengalami kesenjangan digital (digital divide).

3. Periode Aplikasi
Pada era Reformasi, software bajakan, HP ilegal, komputer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat dengan mudah diperoleh di pinggir jalan dan kios-kios kecil dengan harga yang murah. Awal era milenium, pemerintah Indonesia serius menanggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Selanjutnnya, teknologi mobile phone mengalamu pertumbuhan yang sangat cepat. Mobile phone sudah dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia dengan teknologi yang sudah canggih. Kapasitasnya mencapai 1 GB, dapat mengakses internet dan stasiun televisi, serta melakukan teleconference melalui jaringan 3G. Teknologi komputer kini hadir dengan skala tera (1000 GB), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada kafe dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.

Perkembangan Telematika di Masa Mendatang
Untuk menghadapi masa mendatang, diharapkan industri telematika mencari upaya agar konsumen dapat memanfaatkan teknologi yang tersedia se-optimal mungkin, sehingga industri telematika dapat memperoleh pendapatan semaksimal mungkin dari investasi yang telah dilakukan. Upaya peningkatan pemanfaatan teknologi telematika secara optimal oleh konsumen hanya dapat tercapai jika tersedia ragam aplikasi dan konten yang mampu memenuhi berbagai jenis kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, dengan mendorong bertumbuhnya industri kreatif berbasis telematika, diharapkan akan berkembang sebuah industri yang akan menjadi motor utama penggerak industri telematika tersebut. Aplikasi seperti e-learning, tele-medicine, social networking, sampai konten selular seperti mobile magazine, mobile news dan lainnya, adalah aplikasi unggulan yang disinyalir akan mampu menumbuhkan pengguna. Aplikasi unggulan tersebut seyogyanya juga mampu meningkatkan kualitas pengguna, yang akhirnya berujung kepada tumbuhnya industri akibat pemberdayaan pengguna.

Sistem telematika di masa depan harus memperhatikan karakteristik sebagai berikut:
All IP based core network
Multi-access interoperability
Menawarkan macam-macam teknologi akses ke terminal user dalam suatu arsitektur seamless network
Multi-mode terminal
Teknologi akses berbeda terintegrasi dalam suatu platform common yang fleksibel dan expandable (software radio)
Horizontal (intra-system) dan vertical (Inter-system) handover


Pemanfaatan Telematika di Bidang Pendidikan

Menurut Miarso (2004) terdapat sejumlah pilihan alternatif pemanfaatan di bidang pendidikan, yaitu :

1. Perpustakaan Elektronik

Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.

2. Surat Elektronik (email)

Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email.

3. Ensiklopedia

Sebagian perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui.


4. Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis ( digital )

Dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tdk menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.

5. Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System

Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.

6. Pengelolaan Sistem Informasi

Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket atau CD ROM, namun perlu dikembangkan lebih lanjut sistem agar informasi itu mudah dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola dalam suatu sistem.

7. Video Teleconference

Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.



Referensi :

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 comments:

abenk said...

nice info ..salam kenal....
check it out.. klik ini
blog saya

Post a Comment