RSS

Urine Mengandung Darah






Apabila urine Anda mengandung darah (hematuria), sebaiknya diperiksakan ke dokter, bisa jadi tubuh Anda mengalami gangguan. Hematuria biasanya menandakan adanya gangguan atau masalah di sekitar ginjal, ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, prostat, dan uretra (saluran yang mengeluarkan urine dari kandung kemih).



Hematuria bisa disebabkan oleh adanya penyakit glomerular (penyakit ginjal akibat peradangan di glomerulus) atau non-glomerular, namun ada juga yang tidak diketahui penyebabnya. Penyakit non-glomerular bisa disebabkan oleh olahraga, kontaminasi saat menstruasi, dan hubungan seksual. Orang yang berusia 40 tahun atau lebih, perokok, orang yang pekerjaannya berhubungan dengan bahan-bahan kimia, mengonsumsi obat-obat tertentu, atau pernah melakukan iradiasi tulang panggul, beresiko mengalami hematuria.
Ada tiga tipe hematuria, di antaranya :
1. Initial hematuria, jika darah yang keluar saat awal kencing.

2. Terminal hematuria, jika darah yang keluar saat akhir kencing. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya tekanan pada akhir kencing yang membuat pembuluh darah kecil melebar.

3. Total hematuria, jika darah keluar dari awal hingga akhir kencing. Hal ini kemungkinan akibat darah sudah berkumpul dari salah satu organ seperti ureter atau ginjal.

Apabila dari hasil analisis urine terdapat protein, nitrit, atau leukosit, maka bisa jadi terjadi infeksi di saluran urine yang disebabkan oleh bakteri ataupun virus.
Banyak minum air putih pun tidak dapat menyembuhkan hematuria, meskipun warna urine memang terlihat lebih jernih. Perlu juga diketahui, bahwa penyakit-penyakit serius yang ditandai dengan hematuria ini biasanya tidak menampakkan gejala-gejala, sehingga penyakit serius ini sering kali diabaikan.
Referensi:

http://health.detik.com/read/2010/03/21/081224/1322000/763/jangan-anggap-remeh-darah-di-urine

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment