RSS

Penalaran

Otak manusia bekerja terus-menerus selama keadaan terjaga, banyak aktivitas yang dilakukan. Sebelum melakukan aktivitas, hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari informasi terlebih dahulu, kemudian dari informasi yang mereka peroleh, akan dibuat keputusan untuk mengerjakan aktivitas tertentu. Seperti halnya ketika bangun tidur, sebelum memutuskan akan melakukan sesuatu, manusia perlu mencari informasi, seperti melihat jam untuk mengetahui waktu saat itu, kemudian memutuskan akan melakukan aktivitas, seperti mandi, makan dan berangkat ke kampus.








Manusia berpikir berdasarkan hal yang mereka amati yang dapat melahirkan suatu konsep, pemahaman, kesimpulan, maupun keputusan. Namun manusia juga dapat memikirkan hal yang berlawanan dengan hal yang mereka amati, hal inilah yang disebut dengan penalaran. Serangkaian proses yang demikian disebut dengan menalar.
Metode-metode yang digunakan dalam menalar ada dua, di antaranya :
1. Metode Induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir yang dimulai dengan melihat hal-hal yang bersifat khusus terlebih dahulu kemudian bergerak ke hal-hal yang bersifat lebih umum. Bentuk dari metode ini yaitu generalisasi.
2. Metode Deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan menerapkan hal-hal yang bersifat umum kemudian dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat lebih khusus.
Penalaran juga memiliki prinsip-prinsip atau aksioma yang merupakan dasar dari semua penalaran. Aksioma atau prinsip dasar dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan yang
mengandung kebenaran universal, yang kebenarannya itu sudah terbukti dengan sendirinya.
Terdapat tiga prinsip dalam penalaran, antara lain :
1. Prinsip Identitas
Menyatakan : “sesuatu hal adalah sama dengan halnya sendiri”.
Sesuatu yang disebut P, maka sama dengan P yang dinyatakan itu sendiri, bukan yang lain. Dalam suatu penalaran jika sesuatu hal diartikan sebagai suatu P tertentu, maka selama penalaran itu masih berlangsung tidak boleh diartikan selain P, tetapi harus sama dengan arti yang diberikan semula atau konsisten. Prinsip identitas menuntut sifat yang konsisten dalam suatu penalaran jika suatu himpunan beranggotakan sesuatu maka sampai kapan pun tetap himpunan tersebut beranggotakan sesuatu tersebut.
2. Prinsip Nonkontradiksi
Menyatakan : “sesuatu tidak mungkin merupakan hal tertentu dan bukan hal tertentu dalam suatu kesatuan”. Prinsip ini menyatakan juga bahwa dua sifat yang berlawanan penuh (secara mutlak) tidak mungkin ada pada suatu benda dalam waktu dan tempat yang sama. Dalam penalaran himpunan prinsip nonkontradiksi sangat penting, yang dinyatakan bahwa sesuatu hal hanyalah menjadi anggota himpunan tertentu atau bukan anggota himpunan tersebut, tidak dapat menjadi anggota 2 himpunan yang berlawanan penuh. Prinsip nonkontradiksi memperkuat prinsip identitas, yaitu dalam sifat yang konsisten tidak ada kontradiksi di dalamnya.
3. Prinsip Eksklusi Tertii
Menyatakan : “sesuatu jika dinyatakan sebagai hal tertentu atau bukan hal tertentu maka tidak ada kemungkinan ketiga yang merupakan jalan tengah”.
Prinsip eksklusi tertii menyatakan juga bahwa dua sifat yang berlawanan penuh (secara mutlak) tidak mungkin kedua-duanya dimiliki oleh suatu benda, haruslah hanya salah satu yang dapat dimilikinya sifat P atau non P. Demikian juga dalam penalaran himpunan dinyatakan bahwa di antara 2 himpunan yang berbalikan tidak ada sesuatu anggota berada di antaranya, tidak mungkin ada sesuatu di antara himpunan H dan himpunan non H sekaligus. Prinsip ketiga ini memperkuat prinsip identitas dan prinsip nonkontradiksi, yaitu dalam sifat yang konsisten tidak ada kontradiksi di dalamnya, dan jika ada kontradiksi maka tidak ada sesuatu di
antaranya sehingga hanya salah satu yang diterima.
Ketiga prinsip tersebut ditambahkan dengan satu pelengkap prinsip identitas, yakni prinsip cukup alasan. Prinsip ini menyatakan : “suatu perubahan yang terjadi pada suatu hal tertentu haruslah berdasarkan alasan yang cukup, tidak mungkin tiba-tiba berubah tanpa sebab-sebab yang mencukupi”. Prinsip ini dinyatakan sebagai tambahan bagi prinsip identitas karena secara tidak langsung menyatakan bahwa sesuatu benda haruslah tetap tidak berubah, tetap sebagaimana benda itu sendiri jika terjadi suatu perubahan maka perubahan itu haruslah ada sesuatu yang mendahuluinya sebagai penyebab perubahan itu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment